Selamat Datang di Blog Sinaba (SinauBahasaArab)!
الجد بالجد والحرمان بالكسل فانصب تصب عن قريب غاية الأمل

Thursday, 18 February 2016

JUMLAH FI’LIYAH DAN JENIS-JENIS FI’ILNYA

JUMLAH FI’LIYAH DAN JENIS-JENIS FI’ILNYA

A. Apa itu Jumlah Fi'liyah?

Sebelum masuk pembahasan jumlah fi’liyah, ada yang tau apa itu jumlah? . jumlah disini bukan jumlah dalam bahasa indonesia ya (bilangan yang dikumpulkan jadi satu). Yang pernah belajar bahasa Arab di sekolah pasti tau. Ya betul, jumlah dalam bahasa Arab biasa disebut kalimat dalam bahasa Indonesia.

Nah, dalam bahasa Arab sama halnya bahasa Indonesia, ada pembagian jenis kalimat. Diantaranya dalam bahasa Arab, kalo dilihat dari segi kata yang mendahului, kalimat terbagi menjadi dua ; fi’liyah dan ismiyah. Maksudnyah?

Maksudnya gini, kata dalam bahasa Arab kan ada isim, juga fi’il. Nah, kalau yang mendahului itu isim. Namanya nanti disebut jumlah ismiyah. Sedangkan kalo yang mendahului itu fi’il, namanya nanti jumlah fi’liyah. Sudah  paham? Belum?

Ya sudah,, contoh :
1.       القلم في الحقيبة

2.       قرأ الطالب المجلة في المكتبة

Contoh nomor satu itu namanya jumlah ismiyah, karena kata yang mendahului berupa isim yaitu القلم (pulpen). Sedangkan contoh nomor dua namanya jumlah fi’liyah, karena kata yang mendahului berupa fi’il/kata kerja yaitu قرأ (membaca).
Sudah paham? Mudah-mudahan sudah ya, kalo kepanjangan nggak dibahas-bahas nanti topiknya. 

Yang belum paham silahkan komentar.

Langsung ke topik. Apa itu JUMLAH FI’LIYAH?

Ya, yang cermat dari pembahasan saya diatas pasti sudah tau. Yaitu, kalimat yang diawali oleh kata kerja atau fi’il. Dalam bahasa Indonesia dan bahasa yang lain, nggak ada jenis kalimat ini. Kalimat ini hanya ada dalam bahasa Arab. Sedangkan bahasa yang lain umumnya kalo nggak salah, mereka menggunakan susunan jumlah ismiyah.
Juga bisa dikatakan jumlah fi’liyah adalah kalimat verbal, Cuma uniknya predikatnya ini mendahului subjeknya. Bingung ya? Ya sama. Saya juga bingung.

Langsung contohnya saja.
قرأ أحمد القران           (ahmad membaca Al-Quran)
يجلس عمر                (umar duduk)
تكتب عين الدروس       (Aini menulis pelajaran)
 أذهب إلى المدرسة      (Saya pergi ke sekolah)

Dari susunan kalimat diatas bisa kita buat rumus untuk jumlah fi’ilyah , yaitu :

فعل + فاعل

Fi’il itu kata kerja, sedangkan fa’il itu subjek (pelaku).
Yang perlu diingat, susunan diatas adalah susunan minimal yang harus ada pada jumlah fi’liyah. Artine opo? Artinya nggak bisa Cuma fi’ilnya aja, atau fa’ilnya aja. Kaya aku nggak bisa hidup tanpa kamu. (eh?)

Jadi , susunan jumlah fi’liyah yaitu terdiri dari fi’il dan fa’il, nanti berbeda dengan jumlah ismiyah yang susunannya berupa mubtad’ dan khobar.
okelah, biar gampangnya kita coba uraikan contoh-contoh diatas :


مفعول به
فاعل
فعل



إلي المدرسة
القران

الدروس
أحمد
عمر
عين
سلمان
قرأ
يجلس
تكتب
يذهب

Dari contoh diatas sudah paham? Insya Alloh sudah ya.
Nah, yang perlu diingat, FA’IL meskipun subjek (pelaku), tidak selamanya berupa manusia, tapi bisa yang lainnya seperti contoh ini :

ينزل المطر  (turun hujan)  

Dari kalimat diatas yang menjadi subjek/Fa’il adalah المطر (hujan).
Juga fa’il nggak selamanya berbentuk isim zhohir (nampak) bisa berupa kata gantinya saja yang ada pada kata kerjanya. Contoh :

جاء رودي في المدرسة و يجلس قريبة من مدرسه

Kalimat yang bergaris merupakan jumlah fi’liyah, fi’ilnya nggak perlu disebutkan karena sudah disebutkan pada kalimat sebelumnya.

Kalau diartikan  : rudi sudah datang di sekolah, dan dia duduk dekat gurunya.

B. Jenis Fi'il dalam Jumlah Fi'liyah

Untuk mempermudah pemahaman , lihat kembali contoh sebelumnya :

مفعول به
فاعل
فعل



إلي المدرسة
القران

الدروس
أحمد
عمر
عين
سلمان
قرأ
يجلس
تكتب
يذهب

Apa perbedaannya? . Ya, terkadang ada kalimat yang memiliki maf’ul bih , terkadang juga tidak. Kenapa?
Alasannya dipengaruhi oleh jenis fi’ilnya.
Ada dua jenis fi’il yang didasarkan perlunya maf’ul bih dimunculkan. Oh iya, maf’ul bih dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai objek.

1.   1. Fi’il Lazim (Kata kerja intransitif)
    Adalah kata kerja yang tidak memiliki maf’ul bih (objek). Atau biasa disebut dalam bahasa Indonesia yaitu kata kerja intransitif.
درس مجاهد في الغرفة
قمت مع صديقي

      2.  Fi’il Muta’adi (Kata Kerja Transitif)
    Adalah kata kerja yang memiliki maf’ul bih (objek). Atau biasa disebut sebaga kata kerja transitif.
Contoh :
قرأت الكتاب في غرفة الجلوس
يركب السيارة إلى المدرسة

Dari dua jenis diatas berarti ada dua susunan dalam jumlah fi’liyah , yaitu :

فعل + فاعل
فعل  + فاعل + مفعول به
Yak itulah penjelasan tentang  jumlah fi’liyah dan jenis-jenis fi’ilnya. Jadi bisa kita ambil kesimpulan sbb :



Okeh, syukron 'ala ihtimamikum, tunggu artikel selanjutnya. ^_^ 
 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: JUMLAH FI’LIYAH DAN JENIS-JENIS FI’ILNYA
Ditulis Oleh Idozz
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel JUMLAH FI’LIYAH DAN JENIS-JENIS FI’ILNYA ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: Mujahid Firdaus
Mujahid adalah Admin dari blog ini untuk lebih jelasnya Read More →

4 comments:

  1. saran ajj buat artikelnya..
    itu bahasa arabnya kasih harakat dong pak soalnya kami para pelajar belom ngerti. ntr haraktnya ada yg diubah" lagi gitu

    ReplyDelete
  2. kalau jumlah fi'liyah, awalnya boleh berupa isim dulu nggak?

    ReplyDelete
  3. @sabah ashfiya, tidak bisa, karena jumlah fi'liyah itu sudaj dijelas diawali dengan fi'il

    ReplyDelete
  4. @sabah ashfiya, kalo diawali dgn isim brarti itu jumlah ismiyah..

    ReplyDelete

harap komentar dengan kata-kata sopan dan bukan komentar spam, cara anda berkomentar menandakan kepribadian anda. Terima Kasih!

please comment with polite words and not a spam comments, how you commented signifies your personality. Thank You!

يرجى التعليق بكلمات مهذبة وليس البريد المزعج تعليقات، وكيف علق يدل على شخصيتك. شكرا.